//
you're reading...
artikel, Pendidikan

Metode Membaca Permulaan

Oleh : Kuat Riyanto

Membaca yang tidak lancar khususnya di kelas III ke atas besar sekali pengaruhnya pada proses kegiatan belajar mengajar. Guru akan mengalami kesulitan untuk mengukur kemampuan siswa yang sebenarnya. Bisa terjadi jika siswa dihadapkan pada soal-soal yang tidak menggunakan kalimat, siswa dengan mudah mengerjakan, umpamanya pada soal hitung menghitung atau mencongak. Sebaliknya jika dihadapkan pada soal-soal cerita akan kesulitan mengerjakan walaupun angka-angkanya tetap.

Kurang lancarnya membaca di kelas yang tinggi khususnya kelas III ke atas salah satu penyebabnya adalah pada waktu pengajaran memebaca permulanaan di kelas bawahnya siswa kurang menguasai tujuan-tujuan yang diharapkan dari pengajaran membaca permulaan.

Mungkinkah siswa akan memahami soal ( kalimat ) jika dalam membaca masih tersendat-sendat bahkan dieja ? Mestinya tidak karena untuk memahami kalimat harus dengan membaca dalam hati. Jika siswa sudah dapat membaca dengan lancar maka guru akan lebih mudah mengarahkan bagaimana yang harus dilakukan siswa dalam hal membaca. Di samping itu jika siswa membacanya sudah lancar otomatis akan membantu pada mata pelajaran yang lain karena selain pelajaran Bahasa Indonesia siswa dituntut langsung untuk dapat membaca.

Pengajaran membaca permulaan diajarkan khususnya di kelas I dan II. Untuk itu sebagai guru yang diberi tugas mengajar kelas I dan II dituntut agar tujuan dari pengajaran membaca permulaan tercapai semaksimal mungkin.

Mengingat pentingnya pengajaran membaca permulaan maka guru sangat perlu untuk meningkatkan kemampuan dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar. Merencanakan KBM menyangkut berbagai aspek, yang meliputi merumuskan tujuan, penentuan materi, pemilihan metode, penentuan sarana/alat peraga, baik proses maupun hasil belajar.

Ada beberapa metode yang dapat dipilih dalam pengajaran membaca permulaan, antara lain :

  1. Metode Abjad / Alfabet

Cara mengajarkan dengan memperkenalkan huruf-huruf dengan dilafalkan menurut bunyi abjad. Huruf dirangkai menjadi suku kata. Suku kata dirangkai menjadi kata. Kata dirangkai menjadi kalimat

  1. Metode Bunyi / Eja

Cara mengajarkan dengan menyajikan bahan pelajaran bahasa dengan menampilkan huruf-huruf. Huruf konsonan dibantu dengan bunyi pepet di depan atau dibelakangnya.

Contoh :      i – en i       ni —— ini

en a na en i ni —— nani

  1. Metode Suku Kata / Kupas Rangkai

Cara mengajarkan dengan menyajikan dahulu bahan beberapa suku kata. Suku kata dirangkai menjadi kata dengan tanda sambung. Suku kata dikupas menjadi huruf. Huruf dirangkai kembali menjadi suku kata.

Contoh :      i   ni —– i  –  ni

i   n  i

i       ni

  1. Metode Kalimat / Global

Cara mengajarkan disodorkan kalimat-kalimat pendek. Kalimat diuraikan menjadi kata. Kata diuraikan menjadi suku kata. Suku kata diuraikan menjadi huruf.

  1. Metode SAS

Cara mengajarkan dengan menampilkan struktur kalimat secara utuh dahulu, lalu kalimat itu dianalisis dan akhirnya dikembalikan ke bentuk semula.

About NANAISNA

Belajar untuk Menimba Pengalaman

Diskusi

One thought on “Metode Membaca Permulaan

  1. Artikelnya bagus,mana yang lainnya?boleh donk down load?.Thanks

    Posted by SusiloTriSantoso | 09/10/2010, 3:15 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Agustus 2010
S S R K J S M
    Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d blogger menyukai ini: